Kalau Bukan Karena Eunseob ....
Kalau bukan karena Eunseob, aku nggak bakal ingat kalau aku punya blog pribadi. Kalau nggak bertemu Haewon juga, aku bakal lupa seberapa obsessed-nya aku dengan seni dan musim dingin. Dan kalau nggak iseng ambil "I'll Go to You When the Weather is Nice" karya Lee Do Woo dari rak buku di kampus, posting-an ini secara praktis nggak bakal ada.
Halo. Aku kembali.
Udah lama banget aku nggak ke sini. Rasanya kayak pulang kampung, deh, asli.
Mungkin karena sekarang lebih sering nyambat di X (Twitter) dan saluran WhatsApp, jadinya aku mulai lupa betapa lucunya asyik sendiri di blog. Dan bisa-bisanya dulu aku terpaku banget sama konsep Blog Adalah Sumber Uang? Ya nggak heran jadi nggak bisa enjoy nulis di sini! ( ˘︹˘ )
Five or six years have passed,
and many things happened since then.
Aku belum jadi orang hebat. Belum memenuhi ekspektasi orang tua juga. But I got better than before. Malah jauh lebih baik dari yang kuminta di setiap doa.
Aku setahun-dua tahun yang lalu pasti nggak bakal menyangka aku lagi bikin post terbaru di blog zaman SMP.
Harus kubilang, "I'll Go to You When the Weather is Nice" betulan bikin aku sembuh dari sesuatu yang ... aku bahkan nggak tahu apa nama penyakitnya. A true healing story, indeed. Sayang banget aku belum bisa review bukunya sekarang karena belum tamat dibaca. Betul-betul lagi pas di tengah buku.
Dan entah kenapa aku merasa bakal ada badai konflik setelah lewat setengah buku ini ...?
Nggak tahu, deh! Takut banget pokoknya! (;′⌒`)
Anyways, nanti aku balik lagi ke sini kalau udah selesai baca sampai habis. Hehe. See you! []
P.S: aku baru tahu kalau ternyata buku ini udah diadaptasi jadi drama??? Tahun 2020 pula!
P.S.S: please kalau mau jadian, tuh, di akhir cerita aja... Jangan di tengah-tengah dan bikin gelisah :(

Komentar
Posting Komentar